Model
Berita Daerah

Pemkab Taput Sambut Baik Aksi Damai Aliansi Gerakan Tutup TPL, Berikut 4 Pesan Wabup!

170
×

Pemkab Taput Sambut Baik Aksi Damai Aliansi Gerakan Tutup TPL, Berikut 4 Pesan Wabup!

Sebarkan artikel ini

 

Taput,Fokussumut.com

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara(Taput) menyambut baik kedatangan “Ratusan massa dari Aliansi Gerakan Tutup TPL” dihalaman kantor Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli utara dijalan letjend suprapto nomor 1 tarutung. Gerakan Aliansi yang tergabung bersama LSM Aliansi Masyarakat Adat Nusantara(AMAN), Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat(KSPPM), Perwakilan masyarakat adat dan Mahasiswa berbondong-bondong mendatangi kantor Bupati dan Wakil Bupati Taput pukul 14.00 wib. Bupati Tapanuli utara diwakili Wakil Bupati Tapanuli utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng didampingi Ir.David P Sipahutar M.Si(Setdakab Taput)beserta jajaran pemerintahan kabupaten tapanuli utara menerima rombongan tersebut usai melakukan aksi damai di kantor Dprd Taput. (Selasa,27 mei 2025)

Sebelumnya Aksi Gerakan Tutup Tpl tersebut berangkat dari titik kumpul Terminal Tarutung pukul 9 pagi menuju gedung DPRD Kabupaten Taput di Jalan Sisingamangaraja, Kota Tarutung. Gerakan Aksi Tutup TPL yang berlangsung di gedung Dprd Taput disambut baik Wakil Ketua Dprd Taput Dedi Hutabarat, Reguel Simanjuntak, Sahat Sibarani, Dapot Hutabarat, Terri Siregar, Jufri Sitompul, Okky Sibarani, Lamro Manalu, Maradona Simanjuntak,Ferry Silitonga.

Sahat Sibarani mewakili Jajaran Dprd Taput menerima dengan baik dan dipersilahkan perwakilan Aliansi Gerakan Tutup TPL sebanyak 20 orang, selanjutnya lanjut ke kantor Bupati dan Wakil Bupati Taput.

Aliansi gerakan tutup Tpl yang dikomandoi Anggiat Sinaga dan rekan-rekan menuntut pemerintah Kabupaten Taput berkomitmen mendukung penutupan operasi PT Toba Pulp Lestari.

Dalam orasinya, Ketua Aliansi Gerakan Tutup TPL Anggiat Sinaga menekankan, Kami menuntut agar operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) ditutup dan Angkat kaki dari Tanah Batak. Kami beralasan kehadiran puluhan tahun PT.TPL sudah merusak lingkungan, memecah peradatan, dan kriminalisasi terhadap masyarakat adat dan petani di tanah Batak.

Kami juga menuntut yang disampaikan secara tertulis kepada pemerintah adalah menuntut agar seluruh tanah adat yang telah dirampas oleh PT TPL dikembalikan kepada masyarakat adat. Kedua tuntutan agar pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang Masyarakat Adat tingkat nasional hingga ke daerah,tegas Anggiat.

“Tutup TPL-Tutup TPL-Tutup TPL” sekarang juga! Kembalikan tanah masyarakat adat! Hidup rakyat! Hidup perjuangan!” Tutup Anggiat Sinaga.

Diwaktu yang sama, Bupati Kabupaten Tapanuli Utara diwakili Dr. Deni P Lumban Toruan(Wakil Bupati)mengatakan, Kami sangat mengerti apa yang menjadi keluah kesah amang-inang khususnya Aliansi Gerakan Tutup TPL. Terpenting amang-inang dan mahasiswa bisa hadir disini dengan keadaan sehat. Kedua kami juga “Terbuka kehadiran aliansi masyarakat yang dari Simalungun, Toba, Humbahas, Samosir dan daerah lainnya,ujar Deni.

Ketiga, kami juga mengikuti apa yang menjadi aspirasi para mahasiswa, orangtua kami tercinta dan masyarakat lainnya yang selama ini berjuang.

Keempat, apa yang amang-inang sampaikan dalam bentuk tulisan sudah kami terima dan akan kami bicarakan bersama Pak Bupati Tapanuli Utara, ujar Dr. Deni.

Tentunya Kita satu sikap dalam informasi. Kami juga perlu perkenalkan apa yang menjadi Visi Misi Pemerintahan Kabupatan Tapanuli Utara yang baru. “Bersama menuju Tapanuli Utara yang Maju,Berbudaya dan Berkelanjutan. Mungkin belum semua mengetahui, tetapi kita satu suara, satu amanah dalam hal Lingkungan atau Konservasi Lingkungan.

Terakhir, kami harapkan amang-inang, para mahasiswa yang datang dengan sehat, bisa kembali dengan sehat juga. Untuk mahasiswa suarakan untuk kemajuan, pastinya apa yang sudah bapak ibu sampaikan baik lisan maupun tertulis akan kami bahas. Jangan lupa saya juga putra Siborong-borong, saya juga berhasil berkat dari para hasil petani, jadi kami mengerti dan salam hangat untuk kita semua,tutup Deni Lumbantoruan.

Tampak Aksi massa Aliansi Gerakan Tutup TPL bersama LSM AMAN, KSPPM, GMNI dan Masyarakat adat mengakhiri dengan kondusif, kembali kediaman masing-masing.(Berlin)